Cara Membuat POC Hayati Majemuk

sumber: facebook jimmy hantu

Ingat konsep dasar pupuk adalah senyawa awal berubah ke senyawa yang lain dan ingat poc itu alat dekomposer, ibarat minuman adalah sarinya. kalau hanya minum sari saja hanya menghilangkan haus atau kenyang dengan minun es teh manis.

Siapkan bahan baku daun atau batang yang mudah busuk atau mudah digiling dan mudah diambil sarinya. kemudian tambahkan kotoran hewan yang keras kotorannya ( misalkan kotoran kelinci atau kambing ). ambil yang keringnya saja jangan kotoran yang basah.

caranya dan contohnya : 1 kg bayam sawi kemudian di blender atau di rajang atau ditumbuk untuk percepatan fermentasi. setelah itu masukkan ke dalam drum kemudian tambahkan kotoran kelunci atau kelelawar atau kambing yang sudah di hancurkan. dengan rumus 70% persen air + 25 % nabati atau sawi + % persen kotoran.

lebih jelasnya air 10 liter + sawi 1 kg + kotoran hewan seperempat kg. untuk penambahan zat aktif, bisa pakai telor atau susu. dengan bahan sebanyak itu cukup seperempat butir telor. poc ini untuk masa pertumbuhan atau khusus tanaman yang dibutuhkan daunnya saja.

Jik POC untuk tanaman yang dibutuhkan buah atau umbi maka di balik. air 10 liter + daun sawi seperempat kg + kotoran kambing atau kelinci 1 kg, kemudian berikan zat aktif susu atau telor seperempat butir.

Sumber: Facebook Pak Jimmy Hantu

Pemahaman Pupuk NPK dan Jenis-Jenisnya




Pemahaman pupuk dan jenis-jenisnya yang dibutuhkan oleh tanaman bisa dijabarkan menjadi tiga kelompok utama.
NPK yang kepanjangannya adalah Nitrogen, Posphor dan Kalium adalah unsur-unsur hara utama yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh sehat, subur dan produktif.  Kekurangan elemen NPK ini menyebabkan tanaman menjadi Kurang Gizi sehingga pertumbuhannya tersendat dan menjadi tidak produktif.  Masing-masing unsur atau elemen dari NPK mepunyai fungsi sendiri di dalam pertumbuhan tanaman seperti dirincikan di bawah ini:
  1. N atau Nitrogen berpengaruh pada pertumbuhan vegetatif yang membuat daun kenjadi hijau dan pertumbuhan chlorophyll menjadi meningkat.
  2. P atau Posphor atau Posphat berfungsi kepada tegarnya batang tanaman dan tumbuhnya akar yang kuat untuk bertahan dari terpaan cuaca sehingga tanaman tidak roboh atau patah.
  3. K atau Kalium atau oleh orang Amerika disebut Potassium berfungsi sebagai elemen yang menyebabkan tumbuhnya bunga dan buah.
Pengepakan NPK biasanya selalu mencantumkan dosis dari masing-masing elemen NPK tersebut.  10-10-10 berarti kadar N, P dan K masing-masing 10%, begitu juga dengan 10-15-5.

Di samping NPK sebagai makanan utama atau yang kita kenal sebagai pupuk makro, kita juga mengenal tentang adanya pupuk-pupuk micro atau kerap disebut sebagai Elemen Mikro; di dalam kelompok ini kita mengenal beberapa elemen Mikro seperti: Cu (Tembaga), Bo (Boron), Mn (Mangan), Mg (Magnesium), Zn (Seng), Fe (Besi), Al (Aluminum).  Kalau Pupuk Makro itu kita bandingkan sebagai Makanan utama, maka pupuk atau elemen Mikro itu seperti vitamin dan mineral.  Jumlah yang dibutuhkan oleh tanaman itu sangat sedikit. Kalau elemen ini tersedia terlalu banyak maka tanaman akan keracunan.NPK adalah elemen pupuk utama atau disebut juga pupuk Makro.  NPK ini banyak tersedia di Alam dalam pelbagai bentuk antara lain: Kompos, Kotoran hewan yang sudah “adem”, serasah, Urine sapi, kencing kelinci difermentasi. Daun-daunan busuk, kedebog pisang, pupuk-pupuk hijau yang dibuat dari daun lamtoro, daun Gamal, daun Dadap . . . yang kaya akan unsure Nitrogen.  Kita ingat Nitrogen bermanfaat untuk pertumbuhan vegetatif tanaman maka pupuk-pupuk daun ini menjadi penyedia terbesar untuk bahan baku Pupuk Nitrogen maupun penyedia bahan untuk pupuk Posphor dan Kalium . Kebanyakan dalam memberikan jumlah dosis yang diperlukan tanaman akan membuat tanaman menjadi terbakar karena terjadinya proses “reverse osmosis” atau osmosis terbalik di mana pupuk yang terlalu banyak jumlahnya mulai menyedot kadar air dari tubuh tanaman yang menyebabkan tanaman menjadi kering dan mati.
Hormon adalah elemen lain yang dibutuhkan tanaman untuk bisa bertumbuh sempurna.  Selain Pupuk Makro dan Pupuk Mikro Hormon adalah elemen lain yang juga bermanfaat untuk merangsang dan menggalakkan pertumbuhan baik itu vegetatif maupun generative, kita juga mengenal Hormon yang merupakan zat perangsang tumbuh (ZPT)tanaman.   Untuk kelompok hormone kita kenal ada Auxin yang merangsang pertumbuhan akar, ada Cytokinin yang merangsang pertumbuhan batang dan daun dan Gibrellin yang merangsang pertumbuhan bunga dan buah. Kadar hormone yang dibutuhkan oleh tanaman jumlahnya juga sangat kecil, jumlahnya hanya part per million (Ppm) Kebanyakan hormon di dalam tubuh tanaman juga bisa berefek negative terhadap tanaman.
Di bawah ini saya ringkaskan elemen-elemen pupuk dan hormon yang dibutuhkan oleh tanaman, masing-masing elemen ini bisa dihasilkan secara alami maupun secara sintetis oleh pabrik.
                                                                                                      
Pupuk Makro  – Pupuk Mikro – Hormon – Nitrogen, Posphor dan Kalium
Cu (Tembaga), Bo (Boron), Mn (Mangan), Mg (Magnesium), Zn (Seng), Fe (Besi), Al (Aluminum)
Auxin yang merangsang pertumbuhan akar, Cytokinin yang merangsang pertumbuhan batang dan daun dan Gibrellin yang merangsang pertumbuhan bunga

Elemen-elemen Pupuk Makro, pupuk Micro dan hormon yang dihasilkan secara alami ini biasanya bersifat slow release atau melepas elemen-elemen mereka secara perlahan-lahan sehingga memberikan waktu kepada tanaman untuk menyesuaikan diri. Sedangkan bahan- bahan yang sintetis buatan pabrik bisa berdampak negative karena sifatnya yang serba instant dan fast release. (Team Jagotani.tv)

HORMONE=PERCEPATAN


PEMAHAMAN DASAR NPK dan JENIS-JENIS PUPUK LAINNYA
Pemahaman pupuk dan jenis-jenisnya yang dibutuhkan oleh tanaman bisa dijabarkan menjadi tiga kelompok utama.
NPK yang kepanjangannya adalah Nitrogen, Posphor dan Kalium adalah unsur-unsur hara utama yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh sehat, subur dan produktif.  Kekurangan elemen NPK ini menyebabkan tanaman menjadi Kurang Gizi sehingga pertumbuhannya tersendat dan menjadi tidak produktif.  Masing-masing unsur atau elemen dari NPK mepunyai fungsi sendiri di dalam pertumbuhan tanaman seperti dirincikan di bawah ini:
  1. N atau Nitrogen berpengaruh pada pertumbuhan vegetatif yang membuat daun kenjadi hijau dan pertumbuhan chlorophyll menjadi meningkat.
  2. P atau Posphor atau Posphat berfungsi kepada tegarnya batang tanaman dan tumbuhnya akar yang kuat untuk bertahan dari terpaan cuaca sehingga tanaman tidak roboh atau patah.
  3. K atau Kalium atau oleh orang Amerika disebut Potassium berfungsi sebagai elemen yang menyebabkan tumbuhnya bunga dan buah.
Pengepakan NPK biasanya selalu mencantumkan dosis dari masing-masing elemen NPK tersebut.  10-10-10 berarti kadar N, P dan K masing-masing 10%, begitu juga dengan 10-15-5.

NPK adalah elemen pupuk utama atau disebut juga pupuk Makro.  NPK ini banyak tersedia di Alam dalam pelbagai bentuk antara lain: Kompos, Kotoran hewan yang sudah “adem”, serasah, Urine sapi, kencing kelinci difermentasi. Daun-daunan busuk, kedebog pisang, pupuk-pupuk hijau yang dibuat dari daun lamtoro, daun Gamal, daun Dadap . . . yang kaya akan unsure Nitrogen.  Kita ingat Nitrogen bermanfaat untuk pertumbuhan vegetatif tanaman maka pupuk-pupuk daun ini menjadi penyedia terbesar untuk bahan baku Pupuk Nitrogen maupun penyedia bahan untuk pupuk Posphor dan Kalium . Kebanyakan dalam memberikan jumlah dosis yang diperlukan tanaman akan membuat tanaman menjadi terbakar karena terjadinya proses “reverse osmosis” atau osmosis terbalik di mana pupuk yang terlalu banyak jumlahnya mulai menyedot kadar air dari tubuh tanaman yang menyebabkan tanaman menjadi kering dan mati.
Di samping NPK sebagai makanan utama atau yang kita kenal sebagai pupuk makro, kita juga mengenal tentang adanya pupuk-pupuk micro atau kerap disebut sebagai Elemen Mikro; di dalam kelompok ini kita mengenal beberapa elemen Mikro seperti: Cu (Tembaga), Bo (Boron), Mn (Mangan), Mg (Magnesium), Zn (Seng), Fe (Besi), Al (Aluminum).  Kalau Pupuk Makro itu kita bandingkan sebagai Makanan utama, maka pupuk atau elemen Mikro itu seperti vitamin dan mineral.  Jumlah yang dibutuhkan oleh tanaman itu sangat sedikit. Kalau elemen ini tersedia terlalu banyak maka tanaman akan keracunan.

Wajar,Kalau padi 75 hari panen.Karna pakai Hormone.

Hormon adalah elemen lain yang dibutuhkan tanaman untuk bisa bertumbuh sempurna.  Selain Pupuk Makro dan Pupuk Mikro Hormon adalah elemen lain yang juga bermanfaat untuk merangsang dan menggalakkan pertumbuhan baik itu vegetatif maupun generative, kita juga mengenal Hormon yang merupakan zat perangsang tumbuh (ZPT)tanaman.   Untuk kelompok hormone kita kenal ada Auxin yang merangsang pertumbuhan akar, ada Cytokinin yang merangsang pertumbuhan batang dan daun dan Gibrellin yang merangsang pertumbuhan bunga dan buah. Kadar hormone yang dibutuhkan oleh tanaman jumlahnya juga sangat kecil, jumlahnya hanya part per million (Ppm) Kebanyakan hormon di dalam tubuh tanaman juga bisa berefek negative terhadap tanaman.
Di bawah ini saya ringkaskan elemen-elemen pupuk dan hormon yang dibutuhkan oleh tanaman, masing-masing elemen ini bisa dihasilkan secara alami maupun secara sintetis oleh pabrik.
                                                                                                          
Pupuk Makro  – Pupuk Mikro – Hormon – Nitrogen, Posphor dan Kalium
Cu (Tembaga), Bo (Boron), Mn (Mangan), Mg (Magnesium), Zn (Seng), Fe (Besi), Al (Aluminum)
Auxin yang merangsang pertumbuhan akar, Cytokinin yang merangsang pertumbuhan batang dan daun dan Gibrellin yang merangsang pertumbuhan bunga dan buah
Elemen-elemen Pupuk Makro, pupuk Micro dan hormon yang dihasilkan secara alami ini biasanya bersifat slow release atau melepas elemen-elemen mereka secara perlahan-lahan sehingga memberikan waktu kepada tanaman untuk menyesuaikan diri. Sedangkan bahan- bahan yang sintetis buatan pabrik bisa berdampak negative karena sifatnya yang serba instant dan fast release. (Team Jagotani.tv).


NB: Gambar yang di muat dalam postingan ini adalah asli hasil dari aplikasi/penggunaan produk Jimmy Hantu.

Sumber:jagotani.tv

Bank Transfer


No Rek : 0660-703-471
A/N : Heli Mulyaningsih



No Rek :0139-01000-902-560
A/N : Heli Mulyaningsih


Followers